Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Anak farmasi, begitu sebutannya bagi mereka mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan farmasi. Ya, memang mereka harus melalui perjalanan panjang di bangku kuliah sebelum akhirnya bisa mendapat gelar profesi apoteker. Perjalanan panjang itu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Seperti membiasakan hal positif yang berguna nanti, saat memasuki dunia kerja. Kamu bisa mulai membangun masa depan karir yang sukses, sejak dari bangku kuliah, lho. Kira-kira apa saja kebiasaan baik anak farmasi yang berguna di dunia kerja? Berikut Farmacare punya ulasannya. Simak, yuk!
Anak farmasi punya materi perkuliahan yang sangat beragam. Kebanyakan materi yang diajarkan juga berisi teori. Sehingga perlu pencatatan yang terstruktur agar tidak membingungkan diri sendiri pada akhirnya. Selama dosen menerangkan, catat langsung materi yang diterangkan agar lebih mudah dipahami. Biasanya juga, anak farmasi punya masing-masing catatan untuk setiap mata kuliah. Misal, memisahkan catatan untuk mata kuliah kimia organik dengan kimia fisika, agar tidak membingungkan.
Kebiasaan ini sangat berguna di dunia kerja. Kenapa? Sebagai contoh, pencatatan yang terstruktur membuat pekerjaan administrasi di apotek jadi lebih efektif. Bahkan semua pencatatan, mulai dari pencatatan stok obat, pembelian dan penjualan, pengarsipan resep dan faktur, semua harus dibuat terstruktur, minim kesalahan, dan juga rinci.
Jika kamu
tidak terbiasa melakukan sesuatu secara terorganisir, pasti akan kewalahan.
Pencatatan yang dilakukan jadi tidak akurat, dan hanya akan memberatkan pekerjaanmu.
So, membiasakan diri menjadi serba terorganisir sangat berguna di dunia kerja, dan sebaiknya ditumbuhkan sejak masih di bangku kuliah.
Manajemen waktu yang baik wajib banget bagi anak farmasi. Sebab, belajar farmasi nggak cuma menghafal materi saja, mereka harus mengerjakan banyak tugas, belum lagi jadwal praktikum dan tugas membuat laporan. Bila kebanyakan menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak penting, tugas-tugas kuliah berisiko tertunda. Mereka, kan, juga butuh waktu istirahat. Jangan sampai waktu istirahat dikorbankan untuk ngerjain tugas. Karena itu, pengaturan waktu yang baik sangat diperlukan.
Kenapa kebiasaan ini dibutuhkan? Ya, ketika memasuki dunia kerja sebagai apoteker, kamu tidak hanya bertugas melayani pasien/pelanggan, tapi kamu juga bertanggung jawab meracik obat, memberi mereka edukasi, memastikan obat yang diterima pasien sudah sesuai, memastikan persediaan obat di apotek memadai, melakukan pengadaan barang yang efektif, sampai rutin melakukan
stock count bahkan sambil tetap melayani pasien.
Bila kamu
tidak memiliki manajemen waktu yang baik, akan ada
pekerjaan yang terbengkalai dan
membuyarkan fokus saat bekerja. Padahal sebagai apoteker, dibutuhkan konsentrasi tinggi karena pekerjaanmu berkaitan dengan pendistribusian obat. Jangan sampai kamu salah merekomendasikan obat, apalagi sampai keliru saat menyerahkan obat kepada pasien. Sebab, kamu punya tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Bicara soal praktikum saja, ada banyak komponen yang harus dikerjakan, seperti menyiapkan jurnal praktikum, tugas pendahuluan praktikum, tes awal dan akhir praktikum, serta laporan praktikum. Sedangkan, semua mata kuliah punya jadwal praktikum. Kebayang, kan, dalam sepekan saja anak farmasi harus membuat berapa banyak komponen praktikum. Nah, kalau mereka terbiasa menunda pekerjaan, saat mendekati deadline – tugas hanya akan dikerjakan seadanya dan cenderung tidak maksimal. Makanya kebiasaan menunda pekerjaan, paling dihindari.
Ini juga berguna di dunia kerja. Seperti yang sudah disebutkan di atas, pekerjaan apoteker juga banyak mengurusi urusan pencatatan. Bila kamu terbiasa menunda pekerjaan, terutama yang berhubungan dengan pencatatan, membuat operasional di apotek jadi berantakan. Sebagai dampaknya, bisnis apotek jadi berjalan tidak baik. Bila kamu sudah
terbiasa menyegerakan setiap tugas yang harus dikerjakan, seperti ketika ada barang datang – segera input faktur pembelian tanpa menundanya, atau ketika ada penjualan – segera catat transaksi tersebut dan perbarui kartu stok, akan membuat pekerjaanmu jadi
lebih mudah dan efektif.
Ketika dihadapkan dengan rutinitas yang padat, tugas yang menumpuk, dan aktivitas lain yang ingin dikerjakan – harus ada penentuan skala prioritas. Mencari tahu mana hal yang lebih penting untuk dikerjakan lebih dulu. Kemampuan dalam menentukan skala prioritas, akan bantu mencapai tujuan karena dapat meminimalisir sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan tujuan yang ingin dicapai. Dampaknya dapat menghemat energi, mengurangi tingkat stres, dan hidup dengan lebih efisien.
Itu mengapa, kebiasaan mengatur skala prioritas sangat berguna di dunia kerja. Sesimpel kamu bisa membedakan mana
pekerjaan penting - mendesak dan
pekerjaan penting - tidak mendesak. Tentu pekerjaan penting - mendesak harus didahulukan, seperti melayani pasien/pelanggan yang datang ke apotek, mencatat setiap transaksi penjualan dan
update
stok, serta mengecek kondisi/kualitas setiap ada barang datang dan menginput faktur pembelian agar stok barang baru dapat segera ter-update di kartu stok.
Sedangkan, pekerjaan penting - tidak mendesak adalah pekerjaan yang harus kamu lakukan, namun waktu pengerjaanya bisa kamu atur sendiri. Contohnya, jadwal melakukan
stock count
dan
stock opname, pemesanan obat ke PBF saat stok barang hampir habis, sampai mengatur retur barang yang hampir kadaluarsa ke PBF.
Anak farmasi sering mengerjakan tugas kelompok, sehingga mampu menumbuhkan jiwa sosial dan kemampuan leadership. Jadwal kuliah dan praktikum yang padat, membuat mereka sering berada di kampus dan teman kuliah sudah seperti keluarga/teman seperjuangan. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mereka aktif bersosialisasi, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Membangun hubungan baik di perkuliahan, tentu sangat berguna di dunia kerja. Kamu jadi punya lingkup pertemanan yang luas, serta terbiasa berinteraksi dengan berbagai karakter orang. Sehingga membuatmu tidak akan canggung ketika harus berhadapan dengan pasien/pelanggan. Selain itu, keterampilan komunikasi juga akan terasah bila kamu suka bersosialisasi. Sekaligus menumbuhkan rasa peduli dan empati terhadap orang-orang yang berada di lingkup yang sama dengan kamu.
Itu tadi lima kebiasaan anak farmasi yang berguna di dunia kerja. Patut dicontoh,
nih, karena pasti juga berguna untuk bidang pekerjaan yang lain. Nah, kamu sebagai anak farmasi, sudah membiasakan hal baik apa saja?
Referensi:
Biofar.id. Tips Manajemen Waktu Mahasiswa Farmasi: Menjalani Hari yang Padat dengan Rileks dan Menikmatinya. Biofar.id: http://bit.ly/3HMVTSR
Admin. 5 Maret 2021. Derita Anak Farmasi – Tips Bagi Mahasiswa Farmasi Agar Cepat Lulus. Grosirjaslab.com:
http://bit.ly/3RJNN1P
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat