Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Apa mungkin punya banyak cabang apotek? Apa mungkin mengelolanya bisa nggak pake ribet? Kamu seriusan nenyea? Ya, tentu bisa, dong. Seperti yang kita tahu, punya banyak cabang apotek bisa bantu meningkatkan omzet bisnis. Kenapa? Bisa dibilang ini sebagai upaya diversifikasi. Dimana saat satu cabang penjualannya sedang menurun, cabang yang lain bisa menutupi kerugian tersebut. Selain itu, ketika kamu memesan obat ke PBF – biasanya ada promo khusus untuk pengambilan barang dalam jumlah banyak sekaligus. Nah, otomatis kamu mendapat harga pokok lebih murah dan bisa menjualnya dengan margin lebih besar. Cara membuka apotek cabang juga terbilang mudah jika kamu punya relasi yang luas.
Lalu, bagaimana kamu bisa mengatur banyak apotek sekaligus? Pasti kamu ingin semua cabang apotekmu berjalan baik dan sukses. Berikut Farmacare punya bocoran dari pemilik empat cabang apotek
apt. Luh Dwi Rusdi Permayanti, S.Farm, M.Kes
– seputar tips mengelola apotek cabang dengan lebih mudah, yang bisa disimak melalui
YouTube Farmacare dan ulasan di bawah ini!
Membuka apotek cabang pasti membutuhkan perencanaan. Terutama soal modal untuk sewa tempat, pengadaan obat-obatan, dan sarana perlengkapan lain. Kamu bisa mulai memetakan profit dari apotek pertama, berapa persen dana yang harus disisihkan untuk membuka apotek cabang. Cara membuka apotek cabang juga bisa dengan memanfaatkan relasi. Kamu bisa mengajak rekan sejawat untuk patungan modal membuka satu apotek. Atau, mereka bisa bantu memenuhi persediaan obat-obatan di apotek cabang dengan skema pembayaran di akhir (setelah obat laku terjual).
Punya relasi yang baik dengan banyak PBF/distributor juga sangat menguntungkan. Kenapa? Saat pembelian obat, sistem pembayaran yang biasanya tunai (COD) – bisa dinegosiasi ke sistem pembayaran kredit jatuh tempo. Ini akan meringankan beban modal awal saat membuka apotek cabang. Selain itu, kamu akan mendapat informasi terkait produk yang harganya mau naik, sehingga bisa dilakukan persiapan dengan menyetok produk lebih banyak.
Letak apotek cabang di lokasi yang berbeda-beda, membuat target pasarnya juga berbeda. Karakter dari masyarakat sekitar harus kamu pahami untuk menentukan sediaan farmasi apa saja yang sebaiknya tersedia di apotekmu. Ibu Dwi mengungkap, untuk setiap cabang apotek – beliau membutuhkan waktu satu bulan melakukan riset, agar dapat mengetahui karakter masyarakat sekitar apotek. Karakter masyarakat menentukan daya beli mereka terhadap obat dan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi obat. Yang mana berpengaruh pada rencana pengadaan barang agar tepat guna dan meminimalisir risiko dead stock, serta membantu dalam penentuan margin/harga jual obat.
Dari masing-masing cabang apotek, belum tentu punya pola penjualan yang sama. Karena itu, kamu harus mencatat kebutuhan prioritas dari masing-masing cabang agar pengadaan barang jadi lebih efektif (sesuai kebutuhannya). Jika kebetulan ada kebutuhan yang bisa digabungkan, akan lebih baik, agar bisa mendapat harga pokok lebih murah.
Dari awal merekrut pegawai, harus sudah ada standar yang ditetapkan. Seperti standar gaji, hari kerja, perilaku dalam pelayanan konsumen, serta menerapkan reward and punishment. Standar ini yang harus dipenuhi dan disetujui oleh pegawai. Kamu bisa menerapkan satu standar yang sama sebagai cara membuka apotek cabang yang lebih mudah.
Ibu Dwi menambahkan, karakter utama yang harus ada di setiap pegawainya adalah kesamaan visi-misi agar tumbuh jiwa
ownership. Karena Ibu Dwi percaya, ketika seseorang punya jiwa
ownership, loyalitas pun akan terbentuk. Sehingga beliau tak perlu mengalami
turn over pegawai yang tinggi. Ditambah lagi, sebagai pemilik apotek harus bisa memberi teladan dan contoh yang baik. Terutama dalam hal memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Masing-masing apotek punya target marketnya sendiri. Karena itu, mempengaruhi harga jual obat yang bisa berbeda antara apotek satu dengan lainnya. Termasuk soal strategi promosi. Ibu Dwi menyebut, biasa melakukan promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Pemesanan melalui WhatsApp dan delivery order juga bisa dilayani, sebagai upaya jemput bola. Selain itu, dalam memberi promo diskon biasanya di setiap cabang sama. Namun perlu juga dilihat, bila diskon produk A bisa sukses di cabang 1 tapi tidak di cabang lain – perlu juga dilakukan penyesuaian agar aktivitas promosi jadi lebih efektif.
Pemilik apotek (PSA) tidak mungkin membelah diri untuk bisa berada di semua cabang apoteknya. Nah, software apotek membantu PSA untuk memantau seluruh cabang apoteknya bahkan dari jarak jauh. Seluruh transaksi penjualan dan pembelian, tercatat di sistem secara real time. Kamu bisa langsung melihat total omzet per hari, berapa banyak pelanggan yang datang ke masing-masing apotek per hari, dan daftar obat apa saja yang terjual setiap harinya. Untuk pengadaan barang, pada software apotek seperti Farmacare terdapat fitur defekta sebagai pencatatan barang yang akan dipesan, jumlah stok minimal barang, dan urutan prioritas barang – yang tercatat otomatis berdasarkan histori penjualan di masing-masing apotek.
Selain itu, proses stock opname juga bisa dipantau tanpa harus berada di masing-masing apotek. Aktivitas stock opname menggunakan software apotek akan tercatat secara otomatis dan real time. Kamu bisa langsung tahu bila ada selisih, dan lakukan penyesuaian stok hanya dengan sekali klik. Nggak ribet, kan? Dari pada penasaran, yuk, kenalan langsung dengan Farmacare! Dan manfaatkan Uji Coba Gratis dengan mendaftar sekarang juga.
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat