Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Tren menunjukkan prospek bisnis apotek punya masa depan yang baik. Sumber Statista 2021 menyebut, konsumsi obat per kapita di Indonesia diprediksi naik setidaknya 11% per tahun, dan masyarakat cenderung memilih pergi ke apotek saat sakit ketimbang pergi ke dokter yang biayanya lebih besar. Ini alasan mengapa, bisnis apotek punya potensi untuk terus berkembang. Anda yang sedang menggeluti dunia ini dan merasa belum memperoleh omzet maksimal, berikut Farmacare punya trik jitu dalam E-Book: 5 Pilar Maksimalkan Bisnis Apotek yang bisa Anda coba praktikkan. Simak ringkasannya di bawah, ya!
Coba nilai pengelolaan apotek Anda sesuai yang terjadi di lapangan, menggunakan scoring berikut:
Skor 0 | Skor 1 | Skor 2 | |
---|---|---|---|
Pencatatan | Tidak ada/manual | Ada, tapi tidak real time | Real time & terpantau |
Laba/Rugi | Tidak tahu | Tahunya telat | Terpantau dan >20% |
Pembelian | Tidak tahu | Sering nombok pakai uang pribadi | Bisa memutar dari pendapatan |
Nilai Stok dan Perputaran Stok | Tidak tahu | Nilai stok > omzet, ada stok mati dan ED | Nilai stok < omzet, perputaran stok lancar |
Karyawan | TIdak terpantau | Sering salah data | Terpantau dan akurat |
Setelah itu, akumulasikan skor di akhir untuk mendapatkan penilaiannya.
Skor 0 - 4 masuk kategori
buruk, yang artinya bisnis apotek Anda seolah-olah berjalan dengan baik, namun sebenarnya ada celah kerugian yang tidak diketahui. Anda bisa menelisik kembali laporan keuangan bisnis, dan melihat apakah omzet/profit yang ditargetkan selama ini sudah pernah tercapai. Jika masih
struggling, coba evaluasi lagi cara kerja bisnis apotek Anda.
Skor 5 - 8
masuk kategori
kurang,
yang artinya meski Anda sudah tahu apa saja yang harus dilakukan untuk mengembangkan bisnis apotek, namun cara yang digunakan belum maksimal. Masih ada potensi untuk mendorong kinerja bisnis apotekmu lebih optimal.
Skor 9 - 10
masuk kategori
baik, yang artinya performa bisnis apotek sudah baik dan selalu terpantau. Sehingga Anda lebih mudah mendeteksi bila terjadi kerugian, dan dapat segera mengatasinya.
Sebenarnya, potensi kerugian bisnis apotek bisa berasal dari mana saja, sih?
Nah, sayangnya – potensi kerugian di atas sering tak disadari oleh pemilik apotek. Kenapa? Ya, karena tidak terdeteksi dari awal sehingga jalannya apotek dianggap baik-baik saja. Padahal bisnis apotek hanya berjalan di tempat (tidak berkembang), atau bahkan merugi.
Karena itu, Anda perlu tahu secara pasti seluruh data apotek – termasuk stok barang, pengadaan barang, harga jual barang, omzet penjualan, sampai kinerja SDM setiap harinya. Setelah itu, lakukan
monitoring dan evaluasi secara berkala. Misal, lakukan
stock count 2 - 3 kali seminggu dan
stock opname 1 - 2 kali sebulan. Semakin sering Anda melakukan evaluasi, data yang diperoleh jadi semakin akurat. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui area mana yang bermasalah, sehingga Anda dapat segera memperbaikinya.
Tinggi-rendahnya penjualan memang sangat mempengaruhi omzet bisnis. Tapi, bagaimana cara meningkatkan penjualan bisnis apotek?
Pertama, Anda wajib menetapkan target penjualan (harian/bulanan) yang jelas, membuat catatan penjualan yang terstruktur, dan secara berkala melakukan evaluasi serta memonitor pencapaian.
Training
pegawai untuk melakukan
up-sell dan
cross-sell. Juga pastikan pegawai komunikatif dalam melayani pelanggan, tepat memberi alternatif pilihan ke pelanggan, dan tidak enggan membantu pelanggan mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi.
Kedua, pastikan ketersediaan barang memadai – terutama yang paling banyak dicari pelanggan harus selalu tersedia. Ketika pelanggan mencari barang yang stoknya kosong, segera catat di defekta untuk acuan pengadaan.
Ketiga, maksimalkan tata letak barang agar meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli. Misal, letakkan barang kebutuhan sehari-hari di dekat kasir, seperti tisu, masker, vitamin,
hand sanitizer, plester luka, minyak kayu putih, dan lainnya.
Keempat, sediakan fasilitas pembelian secara
online dan
delivery. Ini bisa dilakukan dengan menyebarkan informasi bahwa apotek bisa melakukan
delivery
dengan pemesanan melalui WA ke masyarakat sekitar. Atau, gunakan
platform online yang sudah ada, seperti Halodoc, GoApotik, atau
marketplace. Baca
E-Book: Apotek Berjualan Online sebagai panduan.
Kelima, bekerja sama dengan dokter/instansi untuk meningkatkan referensi. Buat skema bagi hasil atau bonus untuk meningkatkan potensi pemberian referensi ke apotek Anda.
Keenam,
tetapkan strategi harga jual yang bersaing. Misal, obat bebas/fast moving hanya dinaikkan 10%, obat swamedika 10% - 20%, dan obat resep 25%. Jangan lupa untuk selalu memonitor perubahan harga pokok dari
supplier agar target omzet selalu sesuai. Ketika ada perubahan harga pokok, sesuaikan lagi harga jual barang – terutama bila ada margin yang di bawah 10%. Selalu cek selisih kas harian dan tegur pegawai bila selisihnya terlalu besar.
Ketujuh, tetapkan margin keuntungan sekitar 20% - 25%, agar harga jual tetap bersaing. Setelah dikurangi biaya operasional – masih ada laba bersih yang bisa diperoleh. Jika Anda menetapkan margin di atas 35%, ditakutkan harga jual menjadi tidak kompetitif, membuat apotek terkesan mahal, dan sepi pembeli.
Ini dimulai dari pengadaan barang yang efektif. Karenanya dibutuhkan sebuah perencanaan yang berpatok pada defekta (daftar barang yang perlu dipesan). Defekta menjadi akurat bila pencatatan keluar-masuknya barang dilakukan dengan benar dan minim selisih stok. Dengan begitu, Anda bisa melakukan order barang yang benar-benar mau habis (sudah mencapai stok minimal) untuk menghindari stok kosong, dan tidak memesan barang yang stoknya masih banyak karena berpotensi menjadi dead stock.
Pencatatan stok sangat penting bagi bisnis apotek, mengingat jumlah barang yang dijual apotek bisa mencapai 2.000 - 7.000 produk. Agar pencatatan stok menjadi akurat, evaluasi juga harus dilakukan secara berkala untuk meminimalisir selisih stok. Disarankan selisih stok antara pencatatan dan stok fisik kurang dari 2% nilai inventori, bila tak ingin
boncos.
Dari pencatatan stok, Anda bisa menarik data barang-barang yang punya kontribusi besar terhadap penjualan (analisis pareto), dan barang yang paling banyak dicari (stoknya harus memadai). Sehingga bisa diprioritaskan saat pengadaan barang. Selain itu, pencatatan stok yang akurat bantu Anda mengetahui secara pasti barang yang mau ED untuk diretur ke PBF, atau bisa dijual lebih dulu.
Setelah perencanaan pengadaan melalui defekta selesai, lakukan pembelian yang tidak melebihi pendapatan. Usahakan pembelian tidak boleh lebih dari 80% omzet penjualan. Agar masih ada kas tersisa untuk biaya operasional dan laba bersih. Cari PBF/supplier yang bisa memberi harga terbaik. Jangan lupa untuk mempertimbangkan juga
lead time
saat melakukan
order/pengadaan. Jika pengadaan dilakukan dengan efektif, perputaran stok barang juga menjadi lebih maksimal. Modal yang tertumpuk di stok dapat diminimalisir.
Nah, urusan pengelolaan bisnis apotek bisa lebih mudah dengan bantuan software apotek seperti
Farmacare. Buktikan dengan mendaftar
Uji Coba Gratis
di sini sekarang!
Referensi:
Farmacare. E-Book: 5 Pilar untuk Maksimalkan Bisnis Apotek. Farmacare.id:
https://www.farmacare.id/ebook
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat