Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Indonesia saat ini sedang berada di era program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tapi faktanya, persebaran profesi apoteker di Indonesia masih belum merata, terutama di daerah terpencil.
Hal tersebut diungkap oleh Sekjen PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Noffendri Rustam Ssi, Apt., seperti dilansir dari
Biofar.id. Bahkan, ia menyebut puskesmas yang menjadi layanan kesehatan tingkat pertama – masih banyak yang belum dilengkapi oleh tenaga kefarmasian.
Padahal peran apoteker sangat krusial bagi pengelolaan ketersediaan dan penggunaan obat di Indonesia. Apoteker bisa ikut berkontribusi mewujudkan tujuan Indonesia sehat. Meski begitu, ada perbedaan antara peran profesi apoteker di dalam dan luar negeri. Berikut Farmacare punya ulasannya, simak, yuk!
Jika di luar negeri, seperti di Amerika – legislator telah membuat amandemen Undang-Undang Kesiapan Publik dan Kesiapsiagaan Darurat (PREP), yang mengizinkan profesi apoteker untuk memesan dan memberikan vaksin apapun (sesuai rekomendasi Komite Penasihat Praktik Imunisasi) kepada pasien. Berikut adalah peran apoteker yang hanya berlaku di luar negeri:
Laporan terbaru dari IQVIA mencatat bahwa apoteker adalah profesi perawatan kesehatan yang paling mudah diakses di Amerika. Dengan sekitar 90% populasi di AS tinggal dalam jarak rata-rata 5 mil dari apotek komunitas.
Jumlah rata-rata kunjungan ke apotek komunitas secara signifikan lebih tinggi dari kunjungan dokter untuk pasien Medicare (program asuransi kesehatan pemerintah Amerika). Bahkan, jumlah ketersediaan apotek di kawasan penduduk berpenghasilan rendah, lebih banyak (15,1%) dari praktik dokter.
Hal tersebut menunjukkan kehadiran apotek dan tugas apoteker di apotek, mampu mengisi kebutuhan kesehatan masyarakat secara merata di Amerika. Terlebih saat pandemi COVID-19, ada peningkatan besar dalam pemberian vaksin di apotek karena lebih dari 90% vaksin COVID-19 dikirim ke apotek.
Pada Oktober 2020, profesi apoteker diberi wewenang secara nasional untuk memberi vaksin anak-anak, sampai vaksin COVID-19, agar mereka bisa ikut serta dalam merespon pandemi. Vaksin COVID-19 yang dikirim ke apotek, langsung dapat diberikan kepada pasien oleh apoteker.
Sudah menjadi pekerjaan apoteker untuk memberi vaksin, tak hanya vaksin COVID-19. Sebanyak 60% - 70% vaksin flu selama musim flu diberikan kepada pasien di apotek. Tren pemberian vaksin flu di apotek juga semakin meningkat pada periode 2019 - 2020. Termasuk juga pemberian vaksin pneumokokus kepada pasien yang menjadi tugas apoteker di apotek.
Pemerintah Amerika ingin warganya mendapat akses yang merata terhadap vaksin, dan apotek memegang peran kunci untuk mewujudkan hal tersebut. Profesi apoteker juga diberi hak untuk menyarankan dokter dan petugas kesehatan lain dalam pemilihan obat, dosis, interaksi, dan efek samping, dengan tujuan mengatasi masalah kesehatan penduduk.
Baca juga:
Di Luar Negeri, Berapa, sih, Gaji Rata-Rata Apoteker di Apotek?
Meski tugas pemberian vaksin di Indonesia masih harus dilakukan oleh dokter, peran profesi apoteker dalam negeri juga nggak kalah pentingnya.
Sebagai garda terdepan pelayanan kefarmasian, kamu sebagai apoteker punya tanggung jawab dalam hal pendistribusian obat ke masyarakat. Agar obat dapat dikonsumsi dengan baik dan secara efektif menyembuhkan penyakit pasien.
Di Indonesia, penulisan resep obat dilakukan oleh dokter sesuai hasil diagnosis pasien. Lalu, resep obat akan diserahkan kepada apoteker di apotek untuk diterjemahkan menjadi obat-obatan bagi pasien.
Nah, di sini letak peran penting apoteker. Kenapa? Ya, selain harus memastikan mutu obat terjamin kualitasnya, saat menyerahkan obat ke pasien, kamu wajib melakukan edukasi. Menyampaikan informasi seputar aturan pakai, cara pakai, dan efek samping obat, sudah menjadi tugas apoteker di apotek. Apoteker artinya sudah dipercaya oleh pasien dan dapat memberi saran seputar penggunaan/terapi obat demi kesembuhan mereka.
Baca juga:
Saat Pelanggan Beli Obat di Apotek, Beri Edukasi Ini di 1 Menit Pertama
Profesi apoteker sering diminta untuk memberi rekomendasi obat dalam tujuan swamedikasi. Swamedikasi adalah upaya memperoleh obat tanpa saran/resep dokter, namun atas rekomendasi dan sepengawasan apoteker dalam penggunaan obatnya.
Nah, agar kamu bisa memberi rekomendasi obat yang tepat kepada pasien/pelanggan, kamu wajib menggali informasi sebanyak mungkin, misal tentang sudah berapa lama pasien sakit, riwayat penggunaan obat, efek obat yang dirasakan pasien, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu bisa memberi rekomendasi obat yang paling efektif menyembuhkan penyakit mereka, dengan
range
harga yang sesuai.
Untuk menunjang penggunaan obat yang rasional, sudah menjadi pekerjaan apoteker melakukan monitoring penggunaan obat oleh pasien secara jangka panjang. Terutama bagi mereka yang menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan asma, yang harus mengonsumsi obat secara berkala/rutin. Dalam swamedikasi, profesi farmasi seperti apoteker juga berperan melakukan monitoring efek samping obat (MESO).
Apoteker yang bekerja di rumah sakit diberi tanggung jawab untuk memastikan kepatuhan penulisan resep terhadap standar terapi. Terutama untuk regimen yang sifatnya kompleks, seperti terapi kanker. Kamu punya hak melakukan
monitoring
dan evaluasi terhadap peresepan dan penggunaan obat oleh pasien, terutama di rumah sakit atau apotek tempat kamu bekerja. Sehingga meminimalisir terjadinya
medication error.
Meski terdapat perbedaan, profesi apoteker di dalam dan luar negeri sama-sama bisa ikut menjaga kualitas kesehatan masyarakat secara merata. Profesi apoteker harus mampu membuat, meracik, memformulasi obat, serta memberi pelayanan dan edukasi seputar cara penggunaan obat yang aman. Agar obat dapat dikonsumsi secara tepat dan menyehatkan masyarakat.
Respect!
Referensi:
Jamil Mustofa. 12 Februari 2023. Peran Penting Apoteker dalam Program Vaksinasi di AS. Farmasetika.com: http://bit.ly/3LFAJcY
Biofar. Begini Rincian Peran Dokter dan Apoteker dalam Proses Penyerahan Obat. Biofar.id:
https://bit.ly/3FIiOyx
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat