Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Praktisi apoteker sebagai pelayan kesehatan di lini terdekat dengan masyarakat, punya tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi. Terutama soal penggunaan obat, agar pasien/pelanggan mendapat bantuan kesehatan yang tepat. Selain meracik obat yang diresepkan dokter, apoteker harus bersedia memberi konsultasi seputar penggunaan obat (dosis, efek samping, sampai penggantian jenis obat) agar pengobatan jadi lebih aman dan efektif. Nah, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional – Farmacare ingin berbagi insight seputar mitos atau persepsi yang keliru di tengah masyarakat dan menjadi pe-er pelaku kesehatan (seperti apoteker) untuk memberi edukasi yang benar agar layanan kefarmasian jadi lebih sesuai. Kira-kira apa saja? Yuk, simak ulasannya!
Ketika datang ke dokter pas lagi demam, seringkali pasien diberi resep antibiotik dan sembuh. Besok-besok kalau demam lagi, pasien pengennya minum antibiotik saja biar cepat sembuh. Padahal dokter meresepkan antibiotik kepada pasien yang sakit karena adanya infeksi bakteri (seperti radang tenggorokan, tipes, diare, pneumonia), dan menimbulkan gejala demam. Sedangkan, penyakit yang disebabkan oleh virus – tidak tepat diberi antibiotik. Artinya, tak semua penyakit bisa sembuh hanya dengan minum antibiotik.
Sekarang antibiotik pun tak lagi dijual bebas. Harus ada resep dokter bila ingin membelinya di apotek. Kenapa? Masyarakat sering menyepelekan risiko terjadinya kekebalan terhadap antibiotik (resistensi) yang meningkat, bila dikonsumsi sembarangan. Efektivitas antibiotik pada tubuh bisa menurun saat terjadinya resistensi. Makanya ada dosis dan aturan konsumsi yang harus dipatuhi masing-masing pasien agar antibiotik manjur dan pasien sembuh. Jadi, pastikan kamu memberi antibiotik hanya ke pelanggan yang membawa resep dokter, ya!
Persepsi lain yang keliru adalah obat mama-papa bisa sekalian untuk anaknya, tinggal kurangi aja dosisnya. Eitts, coba perhatikan lagi kemasan obat. Biasanya tercantum batasan umur yang boleh mengkonsumsi obat tersebut, misal 6 - 12 tahun. Itu artinya, anak usia di bawah 6 tahun tidak boleh meminumnya. Menurut dr. Reza Fahlevi dilansir dari klikdokter.com menyebut, ada kandungan dalam obat-obatan orang dewasa yang tidak aman untuk anak, misal DMP. Contoh pada obat batuk dewasa mengandung kodein, senyawa yang tidak aman untuk anak-anak dalam dosis tertentu. Jadi, ingatkan ke pelangganmu jangan beranggapan kalau obat orang dewasa lebih manjur untuk anak-anak karena mengandung lebih banyak zat aktif. Itu bukan pembenaran dari alasan biar irit dan nggak mau repot.
Ditambahkan oleh ahli farmasi L. Rowe (linisehat.com), meski orang dewasa bisa meminum obat anak-anak bebas edar, hal ini tidak berlaku sebaliknya karena dapat memberikan efek negatif pada kesehatan anak. Bahkan, obat diresepkan secara khusus sesuai berat badan anak dan hanya boleh digunakan untuk anak tersebut saja. Karena itu, penting bagimu sebagai seorang apoteker untuk bisa mengedukasi hal ini kepada para pelanggan.
Ini juga yang suka buat seseorang
nge-judge suatu obat kualitasnya buruk karena
nggak berkhasiat apa-apa. Apalagi kalau temannya juga pakai produk yang sama, tapi bisa manjur. Pikiran negatif mengira telah menerima obat palsu, bisa saja muncul. Nah, persepsi ini yang harus kamu luruskan agar tidak terjadi salah paham.
Hal ini disebut variasi efek obat karena kerja obat di dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Apa saja faktornya?
Anggapan kalau jamu bisa menyebabkan kanker, juga keliru. Kemenkes RI dilansir dari antaranews.com menyebut, saat ini masih banyak masyarakat salah persepsi dan mengaitkan suatu penyakit diderita akibat salah mengkonsumsi jamu. Padahal dengan rutin mengkonsumsi jamu dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, termasuk bagi para penderita kanker. Jamu juga lebih aman dikonsumsi jangka panjang sebagai upaya preventif atau pencegahan penyakit.
Saat ini juga sudah banyak obat herbal yang berbahan dasar jamu dijual di pasaran. Asal punya izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), serta lulus uji praklinik – obat herbal tersebut bisa menjadi opsi tambahan (di luar obat kimia) yang juga berkhasiat dan aman. Penting juga untuk kamu mengedukasi tentang hal ini, ya. Biar permintaan obat herbal tak turun pamor.
Edukasi yang tepat ke pelanggan/pasien, ditambah praktisi apoteker yang komunikatif, jadi tips buat apotek ramai pembeli,
lho. Sekaligus sebagai bentuk partisipasi untuk melakukan aksi nyata dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional. Nah, agar kamu bisa fokus memberikan pelayanan yang maksimal, untuk urusan operasional apotek serahkan saja ke Farmacare. Farmacare adalah solusi simpel dan cerdas yang membantu Anda mengelola operasional dengan pemanfaatan software apotek. Manfaatkan
Uji Coba Gratis dengan
daftar Free Trial
sekarang!
Referensi:
dr. Rizal Fadli. 2 Agustus 2021. Mengapa Membeli Obat Antibiotik Harus dengan Resep Dokter?. Halodoc.com (Blog): https://bit.ly/3TbgvYA
Tri Yuniwati. 21 Agustus 2021. Bolehkah Anak Minum Obat Batuk Dewasa? Ini Kata Dokter. Klikdokter.com (Blog): https://bit.ly/3fMx27D
Setyaning Pawestri. 6 November 2021. Amankah Orang Dewasa Minum Obat Anak-Anak?. Linisehat.com: https://bit.ly/3hkK3pl
Yovita Diane. 16 November 2016. Mengapa Efek Obat Bervariasi pada Setiap Orang?. Guesehat.com: https://bit.ly/3FQvBQd
M. Zulfikar. 30 Januari 2020. Kemenkes: Banyak Masyarakat Salah Persepsi Terhadap Jamu. Antaranews.com: https://bit.ly/3E4iGJg
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat