Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Kalau kita lihat, tren transaksi belanja online terus meningkat di Indonesia. Apalagi di masa pandemi, dilansir dari Merdeka.com, sepanjang awal tahun 2021, transaksi e-commerce tumbuh 63,4% menjadi Rp186,7 triliun. Tidak heran bila jualan online menjadi opsi tambahan bagi pemilik bisnis untuk menambah pemasukan. Tak terkecuali bisnis apotek.
Segmen farmasi online Indonesia diperkirakan bisa mencapai USD 400 juta tahun ini. Sejalan dengan tingkat penetrasi penggunanya yang naik menjadi 13,62% di 2022. Nah, buat Anda yang tertarik berjualan obat secara online — Farmacare punya kiat-kiat khusus sebagai referensi yang bisa Anda unduh secara gratis di sini , dan kami juga telah merangkumnya di bawah ini. Simak, yuk!
Seperti saat Anda membuka apotek pertama kali, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Sama halnya dengan berjualan obat di platform online. Ada regulasi yang mengatur dan wajib dipatuhi. Apa saja? Ini dia:
Nah, bicara soal obat antibiotik yang dijual di platform marketplace, sempat ramai menuai kontroversi. Menurut peraturan, antibiotik hanya boleh dijual dengan syarat menggunakan resep dokter. Dilansir dari iNews.id, Menteri Perdagangan memblokir 2.400 toko obat ilegal di marketplace karena menjual obat tanpa resep dokter dan tanpa izin edar dari BPOM. Ini harus diperhatikan bila Anda ingin berjualan obat dengan aman dan tak merugikan konsumen.
Regulasi ternyata tidak hanya mengatur apotek ketika berjualan online, namun juga mengatur tata cara beriklan produk obat di media sosial sesuai Peraturan BPOM №2 Tahun 2021. Ada aturan yang harus diperhatikan, yaitu:
Berbagai platform untuk berjualan obat secara online bisa Anda pilih. Ada platform yang harus dikelola oleh pihak apotek seperti WhatsApp, sampai aplikasi toko online seperti GoStore. Anda juga bisa berjualan di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya, yang dikelola secara mandiri oleh apotek dengan mengikuti regulasi dari pihak platform.
Terakhir, Anda juga bisa memilih platform yang telah tersertifikasi PSEF (Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi) dari Kemenkes seperti Halodoc, Good Doctor, Alodokter, Goapotik.com, dan SehatQ. Platform tersebut diberi aturan yang lebih ketat, yaitu:
PSEF adalah badan hukum yang menyediakan, mengelola, dan mengoperasikan sistem elektronik farmasi untuk keperluan fasilitas pelayanan kefarmasian. Platform yang telah bersertifikasi PSEF artinya telah terdaftar secara hukum di Kementerian Kesehatan dan diakui sebagai platform yang menyediakan layanan farmasi melalui mitra apotek resmi dan berlisensi.
Sebelum berjualan online, hal utama yang harus diperhatikan adalah terkait perizinan apotek dan ketaatan pada regulasi agar bisnis Anda berjalan lancar. Selain itu, pengadaan dan pengelolaan stok harus sudah tersistem dengan baik, termasuk juga SDM yang akan melayani konsumen secara online.
Berikut checklist persiapan yang harus Anda perhatikan saat akan berjualan obat secara online:
Perjanjian dan Legalitas
Persiapan Data Awal
SOP Update Data
SOP Fulfillment
Well, apakah Anda sudah siap? Jika Anda membutuhkan informasi lebih lengkap seputar apotek berjualan online, simak Webinar Farmacare di sini.
Saat apotek berjualan online, Anda dituntut untuk selalu menjaga kesesuaian stok antara yang ada di platform dengan stok obat real di apotek. Nah, agar pekerjaan jadi lebih mudah — coba manfaatkan tools seperti software apotek yang dapat membantu Anda melakukan update stok, harga, tanggal kadaluarsa, hingga bisa bantu melakukan pengadaan stok obat dengan lebih efektif. Tertarik? Gunakan kesempatan Uji Coba Gratis dengan mendaftar di sini sekarang!
Referensi:
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat