Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Apakah margin sama dengan markup? Apa itu margin apotek? Dan, apa bedanya dengan markup? Ya, antara margin dan markup itu berbeda. Meski, masih banyak pelaku bisnis apotek yang menganggap sama keduanya.
Margin adalah profit yang ingin dicapai bisnis dalam laporan keuangan. Margin mengacu pada selisih antara keuntungan dan omzet bisnis secara keseluruhan. Margin bisa dinyatakan dalam persentase atau nominal rupiah.
Margin dapat diketahui setelah kamu menentukan harga jual, yang dihitung menggunakan rumus:
(Harga Jual - Harga Pokok) : Harga Jual x 100%
Contoh:
Apotek A menjual obat paracetamol seharga Rp5.000 dengan harga pokok sebesar Rp3.000. Maka, margin keuntungannya:
(5.000 - 3.000) : 5.000 = 40%
Perhitungan margin sangat dibutuhkan saat menyusun
laporan laba rugi
untuk mengecek berapa banyak keuntungan (profit) yang bisa dihasilkan dari setiap penjualan produk di apotek, dan juga tingkat kerugiannya.
Sedangkan,
markup
adalah penambahan harga pada biaya suatu produk untuk menghasilkan harga jual tertentu. Kegunaan dari markup adalah untuk menentukan harga jual dari suatu produk.
Misalkan, obat flu memiliki harga pokok dari PBF sebesar Rp3.000. Jika apotek memberi markup sebesar 20%, maka harga jualnya menjadi Rp3.600. Markup bantu memastikan apotek menghasilkan profit tertentu dengan menaikkan harga jual produk.
Perhitungan besar-kecilnya margin juga dipengaruhi oleh harga pokok obat. Misal, jenis obat generik yang harga pokoknya lebih murah, membuat margin jadi lebih kecil.
Sedangkan, obat paten yang harga pokoknya lebih tinggi, membuat besar margin jadi lebih fleksibel. Selain itu, demografi masyarakat sekitar apotek yang menjadi target market utama juga ikut berpengaruh, serta harga jual obat dari kompetitor.
Mau besar atau kecil, perhitungan margin pada bisnis apotek diperlukan untuk:
Baca juga:
5 Cara Deteksi Kesehatan Bisnis Apotek, Penting Banget!
Ada beberapa cara menghitung profit margin berdasarkan jenisnya, yaitu:
Jenis margin ini berfungsi untuk membandingkan laba kotor dengan pendapatan yang nantinya akan diterima. Perhitungan margin laba kotor sangat membantu untuk mengetahui efisiensi operasional bisnis. Semakin besar nilai marginnya, maka operasional bisnis apotek semakin efisien.
Rumus menghitung margin laba kotor:
(Total Pendapatan - HPP) : Total Pendapatan x 100%
Contoh:
Apotek “Insan Medika” ingin menjual obat antibiotik seharga Rp20.000 per strip dengan harga pembelian dari PBF (HPP) sebesar Rp16.000 termasuk pajak. Lalu, berapa margin kotor dari produk tersebut?
Margin Laba Kotor
= (Total Pendapatan - HPP) : Total Pendapatan x 100%
= (20.000 - 16.000) : 20.000 x 100%
= 20%
Jadi, margin laba kotor dari obat antibiotik yang dijual apotek adalah 20%.
Margin laba bersih adalah laba yang sudah dikurangi berbagai biaya lain, seperti pajak apotek, HPP, dan sebagainya. Perhitungan margin ini berguna untuk mengetahui tingkat profitabilitas bisnis. Disarankan nilai margin yang sehat berkisar antara 20% - 25%.
Rumus menghitung margin laba bersih:
[Total Pendapatan - (HPP + Biaya Operasional + Pajak + Biaya Lain)] : Total Pendapatan x 100%
Contoh:
Apotek “Insan Medika” memiliki total omzet (pendapatan) per bulan sebesar Rp22.000.000. Lalu, biaya HPP pembelian produk obat sebesar Rp10.000.000 per bulan. Pengeluaran biaya operasional seperti gaji dan biaya lain-lain sebesar Rp6.000.000, serta pajak Rp1.600.000. Berapakah margin laba bersih apotek?
Margin Laba Bersih = [Total Pendapatan - (HPP + Biaya Operasional + Pajak + Biaya Lain)] : Total Pendapatan x 100%
= [22.000.000 - 17.600.000] : 22.000.000 x 100%
= 20%
Jadi, margin laba bersih yang diperoleh apotek per bulan adalah 20%.
Perhitungan margin laba operasional tidak termasuk menghitung pajak, utang, dan biaya lainnya di luar biaya operasional. Jenis margin ini bertujuan untuk menghitung profit bisnis atas hasil pendapatan (omzet) dengan biaya operasional yang meliputi administrasi, utilitas, penjualan, dan termasuk biaya overhead.
Rumus menghitung margin laba operasional:
(Total Pendapatan : Pendapatan Operasional) x 100%
Contoh:
Apotek “Insan Medika” menghasilkan omzet (total pendapatan) sebesar Rp60.000.000 periode Mei, Juni, Juli. Di periode yang sama, apotek juga memiliki pendapatan operasional sebesar Rp 110.000.000. Lalu, berapa margin laba operasionalnya?
Margin Laba Operasional = (Total Pendapatan : Pendapatan Operasional) x 100%
= (60.000.000 : 150.000.000) x 100%
= 40%
Jadi, besar margin laba operasional apotek periode Mei, Juni, Juli adalah 40%.
Nah, kalau kamu
nggak
mau ribet hitung-hitung besar margin apotekmu, serahkan saja ke aplikasi software apotek seperti
Farmacare.
Nanti, di menu laporan laba/rugi kotor barang – kamu bisa langsung melihat daftar produk yang masuk kategori margin sehat (20% - 25%) sampai produk dengan kategori margin sangat tinggi (di atas 35%). Kamu bisa menyesuaikan kembali besar margin produk sesuai kebijakan apotekmu.
Biar lebih jelas, simak tutorialnya melalui kanal
YouTube Farmacare ID
di sini. Kamu juga bisa daftar
Uji Coba Gratis biar
nggak
penasaran!
Referensi:
Chairunisa. 20 Desember 2022. Margin Adalah: Definisi, Jenis, Cara Menghitung dan Contohnya. Dailysocial.id: https://bit.ly/3YgPF5L
Nurul Ayesya. 22 Agustus 2022. Margin vs Markup, Apa Perbedaannya?. Apotekdigital.com (Blog): https://bit.ly/3OoiKIW
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat