Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Update Februari 2025:
Surat pesanan apotek adalah instrumen yang digunakan untuk memesan obat ke PBF (Pedagang Besar Farmasi). Ada macam-macam surat pesanan obat yang dibuat apotek saat akan memesan obat ke PBF. Salah satunya adalah surat pesanan reguler yang digunakan untuk memesan obat golongan obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras.
Selain surat pesanan obat bebas (reguler), ada juga surat pesanan narkotika yang digunakan untuk memesan obat golongan narkotika, surat pesanan psikotropika untuk obat psikotropika, dan surat pesanan obat prekursor.
Surat pesanan dibuat sesuai kebutuhan pengadaan obat di suatu apotek. Biasanya apotek akan menyusun perencanaan pengadaan lebih dulu, sebelum membuat surat pesanan. Lewat perencanaan pengadaan, jumlah kebutuhan obat di apotek dapat diketahui, sekaligus menentukan PBF yang dituju.
Perencanaan pengadaan obat akan jadi lebih mudah, bila kamu sebagai pemilik/pegawai apotek mau memanfaatkan software apotek. Apalagi, pada software apotek seperti
Farmacare, terdapat
fitur Defekta
– yang merupakan daftar stok obat untuk dipesan berdasarkan perhitungan sisa stok dan histori penjualan. Jadi, kamu
nggak
perlu ribet lagi hitung-hitung dan memperkirakan kebutuhan obat secara manual. Perencanaan pengadaan obat pun jadi lebih efektif.
Setelah mengetahui kebutuhan obat di apotek lewat perencanaan pengadaan, saatnya kamu membuat surat pesanan. Yuk, simak pembahasan lebih lanjut seputar surat pesanan apotek di bawah ini!
Untuk membuat surat pesanan reguler yang terdiri dari obat bebas, bebas terbatas, dan obat keras – kamu harus pastikan obat-obat yang dipesan benar-benar tidak mengandung zat prekursor. Kenapa? Ya, karena surat pesanan obat prekursor harus dibuat terpisah dari surat pesanan reguler.
Surat pesanan reguler bisa diisi oleh beberapa jenis obat yang akan dipesan, asalkan masih ditujukan ke PBF yang sama. Bila ada obat yang dipesan ke PBF yang berbeda, surat pesanan apotek yang dibuat juga harus berbeda. Sehingga satu surat pesanan reguler hanya bisa ditujukan untuk satu PBF.
Surat pesanan apotek yang dibuat secara manual harus:
Sedangkan surat pesanan apotek yang dibuat dengan sistem elektronik – selain wajib mencantumkan ketentuan seperti di atas, juga harus:
Sekarang kita masuk ke pembahasan cara mengisi/membuat surat pesanan obat kategori obat bebas, bebas terbatas, dan obat keras. Bagaimana caranya?
Sumber: blog.iik.ac.id
Seperti yang sudah disebutkan di atas, surat pesanan apotek untuk golongan narkotika, psikotropika, dan prekursor harus dibuat terpisah dari surat pesanan reguler. Surat pesanan tersebut hanya digunakan untuk memesan obat yang termasuk golongan narkotika, psikotropika, dan mengandung prekursor, seperti pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dll. Surat pesanan narkotika, psikotropika, dan prekursor harus dibuat oleh apoteker penanggung jawab yang ditujukan ke PBF.
Pastikan PBF yang kamu tuju, menjual obat narkotika, psikotropika, dan prekursor (dalam bentuk jadi) dari produksi industri farmasi yang sudah memiliki izin edar. Sehingga obat yang kamu terima, sudah terjamin mutu serta kualitasnya.
Berbeda dari surat pesanan reguler, surat pesanan narkotika, psikotropika, dan prekursor terdiri dari tiga rangkap. Dua rangkap diserahkan ke PBF sesuai regulasi, dan satu rangkap untuk arsip apotek. Dimana dalam surat pesanan narkotika, psikotropika, dan prekursor harus berisi nama obat, zat aktif, bentuk dan kekuatan sediaan obat, jumlah, satuan, serta keterangan.
Contoh surat pesanan narkotika, psikotropika, dan
prekursor:
Pihak PBF akan mengirim pesanan obat yang diminta apotek dengan membawa faktur pembelian. Penyerahan obat ke pihak apotek disertai penyerahan faktur. Apoteker/pegawai apotek yang menerima obat harus melakukan pemeriksaan berupa:
Jika hasil pemeriksaan sudah sesuai, simpan faktur pembelian bersamaan dengan arsip surat pesanan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penelusuran ketika dibutuhkan. Kalau mau lebih mudah lagi, manfaatkan software apotek biar kamu
nggak
perlu bongkar-bongkar arsip kalau butuh sesuatu. Daftar
Uji Coba Gratis Farmacare sekarang, untuk dapatkan semua manfaatnya!
Referensi:
Faruq Azhar. 2 November 2020. Surat Pesanan Reguler (Obat Bebas, Bebas Terbatas, dan Keras). Blog.iik.ac.id: https://bit.ly/3K19p8e
Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Pengawasan Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. Jdih.pom.go.id:
https://bit.ly/3jWmzsp
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat