Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Beragam penyakit terlebih di masa pandemi, membuat permintaan produk farmasi meningkat. Manajemen PT Kimia Farma Tbk. dilansir dari Kontan.co.id mengungkap, terjadi peningkatan permintaan produk farmasi dan alat kesehatan di jaringan ritelnya sekitar 20% — 30% dari awal tahun 2021. Masyarakat juga memilih membeli kebutuhan obat dan multivitamin di apotek karena lebih nyaman dan aman. Peluang dari bisnis apotek pun jadi semakin menjanjikan. Tapi, pasti ada banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan saat Anda ingin membuka sebuah apotek. Kira-kira apa saja? Yuk, kita cari tahu lima modal membuka apotek di bawah ini!
Ketika Anda akan membuka sebuah apotek, pasti modal yang paling utama adalah tempat usaha. Pilih lokasi apotek yang strategis, mudah diakses, dan di sekitarnya masih sedikit apotek yang tersedia (minim persaingan). Baik sewa atau milik sendiri, tempat usaha apotek wajib punya perizinan dan legalitas untuk beroperasi. Apa saja perizinan/legalitas yang harus dipersiapkan?
Apotek wajib beroperasi dengan memiliki setidaknya satu orang apoteker sebagai penanggung jawab. Praktisi apoteker tersebut juga harus sudah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Jurusan Farmasi, memiliki Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) yang sudah mendapat rekomendasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), Sertifikat Kompetensi Profesi Apoteker, dan ada Perjanjian antara Pemilik Sarana Apotek (PSA) dengan Apoteker Pengelola Apotek (APA) di notaris.
Persyaratan ini dibutuhkan karena apoteker sebagai penanggung jawab apotek punya peran yang sangat penting (ujung tombaknya) apotek agar bisa beroperasi dengan baik.
Modal utama yang ketiga adalah pengadaan obat-obatan. Obat-obatan yang Anda pilih untuk dijual sebaiknya disesuaikan dengan target konsumen. Kenapa? Anda bisa menentukan pengadaan obat dengan range harga yang sesuai target konsumen dan memilih akan menjual lebih banyak kategori obat generik atau paten.
Ketika Anda lebih banyak menjual obat generik, dana awal yang dibutuhkan untuk pengadaan obat tentu jadi lebih kecil ketimbang obat-obatan paten yang notabene harganya lebih mahal.
Menurut Ratih sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA), untuk pengadaan obat yang dominan merupakan obat paten, dibutuhkan biaya di atas Rp200 juta. Sebaliknya, ketika apotek lebih banyak menjual obat generik, biaya di bawah Rp100 juta sudah cukup untuk pengadaan obat. Tambahnya lagi, pengadaan obat membutuhkan dana tunai setidaknya untuk 3 kali pemesanan di awal ke distributor, baru setelahnya Anda bisa mengajukan kredit berjangka waktu 1–4 minggu.
Selain harga dan kategori obat, pengadaan obat juga sebaiknya disesuaikan dengan tren yang sedang ramai di pasaran. Ini akan memudahkan Anda untuk menjualnya nanti dan menghindari dead stock. Biar cuan, Anda harus selalu up to date dan peka terhadap kondisi pasar.
Ketika Anda sudah menentukan lokasi yang tepat untuk membuka apotek, Anda harus melakukan riset soal kompetitor, harga jual yang ditawarkan kompetitor, dan juga target konsumen. Cari tahu data demografis dari masyarakat di sekitar apotek Anda. Sehingga memudahkan Anda untuk menentukan kategori obat yang akan dijual, harga jualnya, hingga pelayanan apa yang akan menjadi USP (Unique Selling Point) dari apotek Anda.
Apakah apotek Anda lebih berfokus pada pelayanan pasien dengan apoteker yang ramah dan komunikatif? Atau mungkin, menyediakan pemesanan online dan layanan antar. Bisa juga apotek berfokus pada produk yang lengkap dan harga yang murah. Disarankan untuk mencari tahu dulu apa yang paling diinginkan atau dicari target konsumen Anda dan melakukan diferensiasi dari kompetitor di sekitar.
Modal membuka apotek yang terakhir adalah strategi pemasaran. Bagaimana pun, sebuah usaha membutuhkan pemasaran agar makin dikenal oleh target konsumen. Tidak harus jor-joran, Anda bisa mempromosikannya melalui media sosial atau banner yang mudah terlihat oleh target konsumen.
Atau, Anda bisa juga bekerja sama dengan platform kesehatan digital seperti Alodokter, Halodoc, Good Doctor, dan lainnya. Sehingga user mereka bisa membeli obat di apotek Anda secara online. Ketika apotek Anda jadi satu dengan klinik, disarankan juga untuk bekerja sama dengan asuransi kesehatan sehingga memudahkan pasien dalam melakukan klaim obat.
Itu tadi lima modal membuka apotek yang bisa Anda persiapkan lebih dulu. Jangan lupa juga untuk melakukan uji coba di internal sebelum apotek benar-benar buka. Catat apa saja hal yang bisa menjadi bahan evaluasi agar apotek siap untuk beroperasi.
Nah, agar operasional bisnis apotek berjalan dengan lebih efektif dan efisien, Anda bisa menggunakan software apotek yang bisa diakses kapan saja dan dari mana saja. Manfaatkan kesempatan Uji Coba Gratis dengan mendaftar di sini sekarang!
Referensi:
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat