Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Sebenarnya, apa yang dimaksud pemantauan terapi obat (PTO)? Yaitu, proses untuk memastikan bahwa seorang pasien mendapatkan terapi obat yang efektif dan terjangkau, dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek samping obat.
Pemantauan terapi obat harus dilakukan secara berkelanjutan dan dievaluasi secara teratur pada periode waktu tertentu, agar keberhasilan atau kegagalan terapi dapat diketahui. Bahkan data penelitian yang dilakukan pada salah satu rumah sakit di Indonesia, menunjukkan
78,2% pasien geriatri selama menjalani rawat inap mengalami masalah terkait obat.
Apoteker punya peran penting untuk mencegah munculnya masalah terkait obat yang dikonsumsi pasien. Seorang apoteker diharap punya kemampuan komunikasi, pintar membangun hubungan interpersonal, dan menganalisis masalah, agar dapat menunjang kesuksesan PTO.
Mengapa perlu dilakukan pemantauan terapi obat pada seorang pasien? Ya, pasien yang mendapat pemantauan memiliki risiko mengalami masalah terkait obat yang dikonsumsinya. Perlu dilihat bagaimana indikasi obat terhadap pasien, agar pengobatan berjalan efektif dan mengurangi efek yang tidak diinginkan.
Proses PTO merupakan proses yang komprehensif mulai dari seleksi pasien, pengumpulan data pasien, identifikasi masalah terkait obat, rekomendasi terapi, rencana pemantauan, sampai dengan tindak lanjut.
Tidak semua pasien yang datang ke apotek harus mendapat PTO. Ada beberapa syarat pasien penerima PTO, yaitu:
Selain itu, ada juga
kriteria pasien berdasarkan jenis obat yang dikonsumsinya, seperti:
Apa saja yang harus kamu lakukan sebagai apoteker ketika ingin melakukan PTO pada seorang pasien? Ya, setelah dilakukannya penyeleksian pasien (memilih pasien yang masuk kriteria), ini dia tahap-tahap selanjutnya:
Pada tahap ini, dimulai dengan memperoleh rekam medis pasien. Apa itu rekam medis? Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan atau dokumen tentang identitas pasien, riwayat penyakit, riwayat pemeriksaan, riwayat penggunaan obat dan alergi, sampai riwayat penyakit keluarga.
Data tersebut bisa juga diperoleh dari melakukan wawancara dengan pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan lain yang pernah menangani pasien. Seluruh data tadi dikumpulkan, lalu kemudian dikaji untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya.
Masalah terkait obat antara lain berupa:
Apoteker berhak menentukan prioritas masalah sesuai kondisi pasien. Termasuk memberi rekomendasi terapi obat berdasarkan tujuan atau pencapaian. Apa saja tujuan pemantauan terapi obat?
Beberapa faktor dapat mempengaruhi penetapan tujuan terapi, misal berdasarkan derajat keparahan penyakit atau sifat penyakit (akut/kronis) yang diderita pasien. Apoteker dalam memberi rekomendasi terapi dari berbagai alternatif yang ada, juga harus mempertimbangkan unsur efikasi, keamanan, biaya, dan regimen/komposisi yang mudah dipatuhi pasien.
Dalam membuat rencana pemantauan, apoteker perlu menetapkan langkah-langkah seperti:
Hasil identifikasi masalah terkait obat, sampai rekomendasi terapi yang telah dibuat oleh apoteker harus dikomunikasikan ke tenaga kesehatan lain yang juga menangani pasien agar dapat mengoptimalkan tujuan terapi.
Selain itu, informasi dari dokter tentang kondisi pasien yang menyeluruh juga diperlukan untuk menetapkan target terapi yang optimal. Kamu sebagai apoteker harus memastikan pasien menerima KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) secara tepat. Bagaimana caranya?
Tidak lupa untuk membuat dokumentasi/pencatatan pelaksanaan PTO pada pasien menggunakan formulir berikut:
Sumber: hukor.kemkes.go.id
Demi tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, apoteker di apotek diharap mampu melakukan PTO pada pasien yang membutuhkan. Dengan begitu, akan terbentuk trust dan apoteker bisa ikut berpartisipasi menjaga kesehatan masyarakat.
Referensi:
Biofarmaka. 2009. Pedoman Pemantauan Terapi Obat. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Biofarmaka.ipb.ac.id: https://bit.ly/3LY2dct
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Hukor.kemkes.go.id:
https://bit.ly/3MdyIo9
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat