Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Bukan bermaksud nakut-nakutin. Tapi pernah terjadi tahun 2014, ada sebuah pabrik obat palsu di Tangerang yang memproduksi Tramadol HCL 50 Mg secara ilegal, nilainya mencapai Rp6 miliar. Obat produksi mereka, beredar ke sejumlah apotek/puskesmas di Jakarta dan Tangerang. Pasti kejadian seperti ini, tak hanya itu saja. Karena itu, pemilik/pegawai di apotek dituntut harus ekstra hati-hati. Jangan sampai ada obat palsu beredar di apotek.
Penggunaan obat palsu jelas sangat merugikan pasien/pelanggan apotek, karena bukannya menyembuhkan penyakit, tapi malah membuat penyakit mereka tambah parah.
Tak hanya itu, bisa-bisa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jadi menurun, dan pasien terpaksa harus mengeluarkan biaya pengobatan lebih mahal. Apalagi kalau obat palsu yang dikonsumsi pasien merupakan golongan anti mikroba, yang dapat menyebabkan terjadinya
antimicrobial resistance (AMR). Agar kamu dapat terhindar dari obat palsu yang beredar, simak dulu penjabaran Farmacare berikut, yuk!
Apa kamu tahu? Obat palsu bisa sangat mirip dengan obat asli, namun nggak punya izin edar. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, obat palsu adalah obat yang dijual dengan memakai nama produk (obat generik maupun merek) yang sama, dengan kualitas berbeda. Tujuannya sengaja membuat bias dan sulit untuk dibedakan.
Meski begitu, obat palsu punya beberapa aspek yang berbeda dari obat asli, yaitu:
Perlu diwaspadai, ternyata beberapa oknum industri farmasi sengaja memproduksi obat palsu untuk tujuan meraup keuntungan lebih besar. Karenanya, BPOM secara rutin melakukan pengawasan terhadap obat yang beredar di Indonesia.
Tentu saja BPOM tidak bisa bekerja sendirian. Kamu yang bekerja di apotek ataupun sebagai pemilik, harus ikut serta mencegah pendistribusian obat palsu lebih luas lagi. Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, kamu diharap mampu mengenali ciri-ciri obat palsu sebagai berikut:
Ketika seseorang mengonsumsi obat palsu, tentu ada risiko kesehatan yang menyertainya. Apa saja? Ya, obat palsu dapat menyebabkan gangguan pada lambung, aliran darah, hati, dan ginjal. Selain itu, obat palsu juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada obat, serta resistensi kuman. Jadi, penyakit pasien bisa semakin parah, dan bahkan berisiko menyebabkan kematian. Hal ini juga penting untuk diedukasi ke masyarakat, lho.
Karena itu, jangan sampai terdapat obat palsu di apotek agar tidak merugikan masyarakat. Terlebih kamu sebagai
frontliner
yang berhadapan langsung dengan konsumen, sebaiknya selalu ingatkan mereka untuk membeli obat hanya di sarana resmi pelayanan kefarmasian, seperti apotek/toko obat berizin – agar terjamin keasliannya.
Waspadai juga peredaran obat palsu
online yang sering tak disadari masyarakat. Jika mereka ingin membeli obat secara
online, edukasi konsumen untuk membelinya di apotek
online
yang sudah terdaftar di PSEF (Penyedia Sistem Elektronik Farmasi), atau melalui layanan
delivery service yang apotekmu sediakan.
Selain konsumen, kamu sebagai pelaku/pekerja bisnis apotek, juga patut waspada terhadap peredaran obat palsu. Bisa saja obat palsu masuk ke apotek, bila kamu nggak teliti dan berhati-hati. Berikut tips agar apotek terhindar dari peredaran obat palsu!
Jadi, jelas lebih baik bila kamu mengutamakan kualitas produk, meski harus membelinya dengan harga lebih mahal. Yang murah
nggak
selamanya memberi untung. Sebab biasanya obat palsu dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. Jika sudah begini, kamu jangan langsung tergiur, ya. Tetap cek kembali kondisi produk untuk memastikan keasliannya. Kalau kamu sampai membeli obat palsu hanya karena tergiur harga murah, justru kerugiannya bakal jadi lebih besar.
Itu tadi beberapa tips menghindari obat palsu agar kamu tidak terkecoh. Dengan begitu, usaha apotekmu dapat berjalan dengan baik, dan selalu maksimal melayani masyarakat. Terus semangat, ya!
Referensi
Jurnalis Koran Tempo. Polisi Gerebek Pabrik Obat Palsu di Tangerang. Koran.tempo.co: https://bit.ly/3GRRNIL
Arinda Veratamala. 4 November 2022. Bagaimana Cara Mengenali Obat Palsu?. Hellosehat.com: http://bit.ly/3iwhtTd
Tim detikJateng. 30 Juli 2022. Tips Terhindar dari Tertipu Obat Palsu, Perhatikan Cirinya. Detik.com:
http://bit.ly/3ZzalFZ
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat