Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Coba Gratis
Halo Farmapreneur,
Terima kasih atas ketertarikan kamu pada Farmacare! Permintaan kamu sudah diterima dan kamu akan dihubungi tim kami dalam 1x24 jam di hari kerja.
Tahap selanjutnya, kamu akan kami tawarkan untuk menjadwalkan sesi demo aplikasi (gratis). Pada sesi ini, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai:
Setelah sesi demo selesai, kamu akan dibuatkan akun trial selama 7 hari.
Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi sales kami pada nomor 0812 8833 2296 (WA & Telp.)
Sampai berjumpa di sesi demo!
Salam,
Tim Farmacare
Ups, ada masalah dalam mengirimkan pesanmu. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Update:
Informasi lebih lengkap tentang kerja sama bisnis apotek bisa kamu unduh di e-Book berikut ini ya https://www.farmacare.id/kerjasama-apotek
Ketika kamu ingin memulai bisnis apotek, muncul pilihan antara bisnis franchise apotek atau apotek mandiri. Terdapat perbedaan di antara keduanya, masing-masing juga punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tinggal kamu memutuskan, mana yang lebih cocok dengan preferensi dan kebutuhanmu.
Bisnis franchise apotek adalah jenis apotek yang sudah memiliki sistem teratur sesuai kebijakan dari perusahaan pemilik loyalty. Bisnis franchise atau dikenal juga dengan waralaba terbilang sangat simpel untuk kamu kelola. Apalagi bagi kamu yang baru terjun di bidang farmasi, waralaba apotek sangat membantu proses kepemilikan bisnis apotek yang lebih smooth.
Dengan modal yang cukup, kamu bisa membeli izin untuk menjalankan bisnis apotek dengan
brand name yang sudah dikenal masyarakat luas. Sebagai contoh, dilansir dari
apotek-k24.com – waralaba apotek K-24 membutuhkan modal awal kurang lebih Rp1,2 miliar untuk gerai seluas 60 m2 di Pulau Jawa.
Investasi sebesar itu sudah termasuk biaya
franchise fee (royalty), sewa bangunan, renovasi, stok/persediaan obat, prasarana apotek (eksterior, interior, dan mebel), sistem dan software IT, modal kerja 6 bulan, inventaris gerai (seperti sepeda motor, AC, genset, ATK, dll.), biaya pelatihan pegawai, sampai biaya perizinan dan administrasi yang dibutuhkan untuk membuka bisnis apotek.
Semua kebutuhan untuk memulai bisnis apotek sudah diurus oleh perusahaan pemilik
loyalty. Kamu tinggal menjalankan bisnis dan berupaya agar mencapai target omset tiap bulan. Dengan begitu, balik modalnya pun jadi lebih cepat.
Baca juga:
Apakah Ada Perbedaan antara Franchise Apotek dan Apotek Mandiri?
Apotek mandiri adalah jenis apotek dengan brand baru yang diatur/dikelola sendiri secara mandiri. Pemilik apotek punya wewenang penuh mengontrol dan mengelola bisnis apoteknya, menyesuaikan dengan karakter masyarakat sekitar apotek.
Kamu sebagai pemilik apotek mandiri, harus berupaya memastikan kepuasan pelanggan dan mempromosikan bisnis apotekmu sendiri. Itu karena, kamu harus membangun branding apotek dari awal. Membuat konsumen dari semula tidak tahu menjadi tahu
brand name apotek kamu.
Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka apotek mandiri, jauh lebih murah ketimbang apotek waralaba. Bahkan bisa disesuaikan dengan ketersediaan
budget.
Misal kamu memiliki modal awal sekitar Rp100 juta - Rp200 juta, kamu bisa menyewa tempat yang harga pasarannya masih miring. Untuk persediaan/stok obat juga bisa dicicil, yang penting obat
fast moving
harus ada dulu. Prasarana apotek juga bisa cari tempat
custom mebel
yang murah. Sehingga modal awal tersebut, cukup untuk memulai bisnis apotek.
Ya, balik lagi – mau pilih waralaba apotek atau apotek mandiri, keputusannya ada di tangan kamu. Sebagai bahan pertimbangan, berikut plus - minus bisnis franchise apotek vs apotek mandiri!
Apa saja kelebihan apotek franchise?
Apa saja kekurangan apotek franchise?
Apa saja kelebihan apotek mandiri?
Apa saja kekurangan apotek mandiri?
Itu tadi plus - minus bisnis
franchise
apotek dan apotek mandiri. Nah, sekarang kamu sudah memantapkan pilihan belum? Kira-kira kamu bakal pilih yang mana?
Referensi:
Fransiska Ardela. 17 April 2019. Siapp! Inilah Peluang Bisnis Waralaba Apotek Serta Perhitungannya!. Finansialku.com: https://bit.ly/3NopXbQ
Smithcaldwell. 2 Juni 2015. Difference Between a “Big Box” and Independent Pharmacy. Smithcaldwell.com:
https://bit.ly/422hwqJ
All Rights Reserved | PT Jendela Akses Sehat